Apa itu Demokrasi?
Demokrasi adalahh suatu sistem pemerintahan yang memberikan hak dan kebebasan kepada semua warga negara untuk dapat berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan. Dari penjelasan tersebut dapat dsimpulkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi dalam hal pembuatan keputusan yang berdampak bagi kehidupan rakyat secara keseluruhan.
Secara etimologis, kata Demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu ''Demos" dan "Kratos". Demos artinya rakyat dan Kratos artinya pemerintahan. Sehingga pengertian demokrasi adalah pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat.
Maksud dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat ini yaitu Pemerintahan yang mendapat pengakuan dan dukungan dari rakyat, lalu suatu pemerintahan ini menjalankan kekuasaan atas nama rakyat bukan semata mata atas dorongannya sendiri. Dan kekuasaan yang diberikan oleh rakyat dijalankan untuk kepentingan rakyat. Pemerintah ini harus menjamin adanya kebebasan seluas-luasnya kepada rakyat dalam menyampaikan aspirasinya.
Mengapa Demokrasi sangatlah penting?
Demokrasi menjadi sangatlah penting karena rakyat Indonesia sangatlah membutuhkan adanya demokrasi agar dirinya tidak disepelekan oleh orang lain. Dan agar setiap warga negara Indonesia sadar menjalankan kehidupan yang lebih baik tanpa adanya tekanan dihidupnya. Selain itu Demokrasi menciptakan keadilan yang nyata tanpa memihak sehingga permasalahan bisa diselesaikan secara adil dan pemerintahan dapat menghargai pendapat maupun saran dari rakyat, agar pemerintahan tidak dapat seenaknya sendiri terhadap rakyat sehingga mendapatkan keputusan yang tepat secara bersama.
Menggali sumber Historis, Sosiologis, dan Politik tentang Demokrasi
Ada 3 sumber yang menghidupkan cita-cita demokrasi :
1. Sumber nilai yang berasal dari Desa
Demokrasi desa merupakan demokrasi asli yang lebih dulu terbentuk sebelum negara Indonesia berdiri bahkan pada masa kerajaan. Sebelum kolonial, pola demokrasi desa dilambangkan dalam musyawarah penyampaian keputusan dan gotong royong. Dalam pelaksanaannya keputusan tersebut diperkirakan dasarnya adalah sistem sosial ekonomi.
2. Sumber nilai yang berasal dari Islam
Sumber nilai adalah ideologi politik yang berusaha menerapkan prinsip-prinsip islam kedalam kebijakan publik dalam kerangka kebijakan demokrasi. Ada tiga ciri dasar demokrasi Islam yaitu pemimpin harus dipilih oleh rakyat, tunduk pada syariat, dan berkomitmen untuk mempraktekkannya. Inti dari keyakinan islam ini merupakan pengakuan pada ketuhanan yang maha esa, dalam keyakinan ini hanya tuhan satu-satunya wujud yang nyata, semua selain tuhan itu bersifat nisbi belaka.
3. Sumber nilai yang berasal dari Barat
Demokrasi dari barat mulanya dikenal bangsa Yunani pada abad ke-5 sebelum masehi. Pada masa itu di Yunani dibentuk negara-negara kota, salah satunya Athena. Seluruh warga negara berpartisipasi penuh dalam mengatur negara dan kepentingan bersama. Demokrasi dari Barat ini mengedepankan suara orang banyak, tetapi kurang memperhatikan nilai kebenarannya ia lebih mengdepankan nilai kebersamaan. Demokrasi ini merupakan demokrasi skuller, demokrasi sekuller sendiri yang berarti pergerakan yang menuju pemisahan antara agama dengan pemerintahan. Hal ini dikatakan menunjang demokrasi dengan melindungi hak-hak kalangan beragama minoritas.
Sebagai demokrasi yang berakar pada budaya bangsa, kehidupan demokrastis yang kita kembangkan harus mengacu pada landasan idil Pancasila dan landasan konstitusional UD NRI Tahun 1945. Berikut "Sepuluh Pilar Demokrasi Pancasila".
1. Demokrasi berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa
2. Demokrasi dengan Kecerdasan
3. Demokrasi yang Berkedaulatan Rakyat
4. Demokrasi dengan Rule of Law
5. Demokrasi dengan Pembagian Kekuasaan
6. Demokrasi dengan Hak Asasi Manusia
7. Demokrasi dengan Pengadilan yang Merdeka
8. Demokrasi dengan Otonomi Daerah
9. Demokrasi dengan Kemakmuran
10. Demokrasi yang Berkeadilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar